Rabu, 02 Mei 2012

Bidadari Dunia Mencari Bekal Untuk Akhirat


JANGAN BENCI AKU MAMA..!!!

Dua puluh tahun yang lalu aku melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Hasan, suamiku, memberinya nama Erik. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Aku berniat memberikannya kepada orang lain saja atau dititipkan di panti asuhan agar tidak membuat malu keluarga kelak.
Namun suamiku mencegah niat buruk itu. Akhirnya dengan terpaksa kubesarkan juga. Di tahun kedua setelah Erik dilahirkan, akupun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Kuberi nama Angel. Aku sangat menyayangi Angel, demikian juga suamiku. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan & membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.
Namun tidak demikian halnya dengan Erik. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Suamiku sebenarnya sudah berkali-kali berniat membelikannya, namun aku selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Suamiku selalu menuruti perkataanku.

Saat usia Angel 2 tahun, Suamiku meninggal dunia. Erik sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya aku mengambil sebuah tindakan yang akan membuatku menyesal seumur hidup. Aku pergi meninggalkan kampung kelahiranku bersama Angel. Erik yang sedang tertidur lelap kutinggalkan begitu saja.

Kemudian aku memilih tinggal di sebuah rumah kecil setelah tanah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.......... telah berlalu sejak kejadian itu.

Kini Aku telah menikah kembali dengan Beni, seorang pria dewasa yang mapan. Usia pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Beni, sifat-sifat burukku yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang.

Angel kini telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkannya di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Erik dan tidak ada lagi yang mengingatnya. Sampai suatu malam. Malam di mana aku bermimpi tentang seorang anak. Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arahku. Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal mama caya? caya lindu cekali cama Mama!"

Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun aku menahannya,
"Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?"
"Nama caya Elik, Tante."
"Erik? Erik... Ya Tuhan! Kau benar-benar Erik?"

Aku langsung tersentak bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpaku saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu, seperti sebuah film yang sedang diputar di kepala. Baru sekarang aku menyadari betapa jahatnya perbuatanku dulu. Rasanya seperti mau mati saja saat itu.

Ya, sepertinya saya memang harus mati..., mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Erik melintas kembali di pikiranku. Ya Erik, Mama akan menjemputmu Erik...sabar ya nak...."

Sore itu aku memarkir mobil biruku di samping sebuah gubuk, dan Beni suamiku dengan pandangan heran menatapku dari samping. "Maryam, apa yang sebenarnya terjadi?"

"Oh, suamiku, kau pasti akan membenciku setelah kuceritakan hal yang telah kulakukan dulu." tetapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak.

Ternyata Tuhan sungguh baik kepadaku. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangisku reda, aku pun keluar dari mobil diikuti oleh suami dari belakang. Mataku menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter didepan. Aku mulai teringat betapa gubuk itu pernah kutempati beberapa tahun lamanya dan Erik..... Erik......

Aku meninggalkan Erik di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih aku pun berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali... Tidak terlihat sesuatu apa pun! Perlahan mataku mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu.

Namun aku tidak menemukan siapa pun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Aku mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mataku mulai berkaca-kaca, aku mengenali betul potongan kain tersebut, itu bekas baju butut yang dulu dikenakan Erik sehari-hari, baju butut yang kadang aku sendiri jijik mencucinya......

Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, aku pun keluar dari ruangan itu... Air mataku mengalir dengan deras. Saat itu aku hanya diam saja. Sesaat kemudian aku dan suami mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, tiba - tiba aku melihat seseorang di belakang mobil kami. Aku sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.

Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali aku tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau ke sini?!"

Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Erik yang dulu tinggal di sini?"

Tiba - tiba Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Erik terus menunggu ibunya seraya memanggil, 'Mamaaa..., Mamaaa!'

Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan & mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Erik meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu....."

Saya pun membaca tulisan di kertas itu...
"Mama, mengapa Mama tidak pernah kembali lagi...? Mama benci ya sama Erik? Ma...., biarlah Erik yang pergi saja, tapi Mama harus berjanji ya, kalau Mama tidak akan benci lagi sama Eric. Udah dulu ya Ma, Erik sayaaaang sama Mama, ......"

Aku menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan... katakan di mana ia sekarang? Aku berjanji akan meyayanginya sekarang! Aku tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!" Suamiku memeluk tubuhku yang bergetar sangat keras.

"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Erik telah meninggalkan dunia. Ia meninggal persis di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mama-nya datang, Mama-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana ...

Ia hanya berharap dapat melihat Mamanya dari belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya disana. Nyonya, dosa Anda sungguh tidak terampuni!"

Aku kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi

Sabtu, 21 April 2012

bayangkan rasa sakitnya

gue pernah punya pacar, waktu itu gua kelas 12 di salah satu sekolah kejuruan dikota "D". pacar gue anak kelas 11 di sekolah kejuruan lain. dari mana cerita ini dimulai??? dari sini....
gue deket sama seorang adik kelas, waktu itu dia tau kalo gua tuh ngga punya pacar, dia punya inisiatif  buat ngenalin gua ketemennya. di awal perkenalan semua biasa aja, lama kelamaan kita makin deket terus rasa suka itupun dateng. kita sering dan semakin sering ketemu sampe akhirnya dibulan kedua mulai dari perkenalan itu gua beraniini buat nembak  doi (sore tanggal 9 bulan 10). tanpa halangan yang berarti doi terima gua. asik akhirnya gue punya pacar hahaha. biasa aja deh tuh hubungan gua sama doi ya gimana si anget angetnya kelas 12 pacaran haha. di minggu kedua hubungan gua akhirnya gua tau kalo ternyata dihari gua nembak dia (waktu itu sore) ternyata pagi tanggal 9 oktober itu doi baru diputusin pacarnya. "gila ye pagi diputusin, sorenya udah punya cowo baru"... yah itu ngga masalah buat gue. mulai dari situ gua pengen tau deh "siapa sih mantan pacarnya?, berapa lama sih pacarannya?, ngapain aja pacarannya??? bla bla bla" dari banyak pertanyaan gue itu, gue dapetin semua jawabannya langsung dari doi. ternyata pacarnya tuh anak band indie bergenre HardCore yang lumayan eksis juga dikalangan komunitas musik underground "wah bekasan artis nih" gue bilang haha. doi pacaran udah 2 tahun. dan jawaban yang paling nyelekit dari ertanyaan "pacaarannya ngapain aja?" lama dan banyak ngelesnya tuh doi, tapi akhirnya doi ngaku juga katanya tuh doi pernah ML man sama mantannya. gila shok gak tuh dengernya????. terus setelah gua tau doi kayak gitu apa gua putusin doi???? engga coy gua type anak muda yang setia hehe. cerita itu ngga masalah buat gua, biarin itu dijadiin pelajaran sama dia, toh itu masa lalu juga kan?. lanjut cerita hubungan ua tetep baik baik aja sama dia sampe akhirnyaaaaaaaa........



di satu malem gua inget persis tanggalnya tuh tanggal 6 desember, waktu gua lagi dirumah doi, ada suara motor dateng. lu tau siapap yang dateng? MANTAN PACARnya man. saat tu doi bilang ke gue "kamu diem aja ya di sini (ruang tamu) gue jawab "iya temuin aja sana :)" gua gak denger jelas apa yang mereka omongin diluar sampe akhirnya nada bicara mereka makin keras dan agak emosi. keluar tuh dari kamar Mba nya doi yang dari tadi stay dikamar, si mba nanya kegue " ngapain tuh mereka diluar? gue jawab "aku ngga tau mba" si mba langsung keluar rumah terus ngajak mereka berdua masuk. sampe didalem rumah, mantannya ditanya sama mba"kamu ngapain kesini lagi? kan udah putus?" dengan entengnya si mantan jawab "aku kangen sama doi mba" ya tapi kan bla bla bla panjang lebar dan akhirnya si mantan ngaku kalo tujuan dia dateng tuh ada yang mau diceritain ke gue. tapi nih si doi ngga ngizinin si mantan buat cerita. cerita apa yaaaa???? akhirnya doi minta mbanya buat balik ke kamar dan bilang dia bisa selesain masalahnya sendiri. si mba ok aja langsung cabut kekamar. nah kan tinggal ber-3 tuh, kita ber-3 diem- dieman. gu bilang " ayo cerita, ngga bakal kelar kalo cuma diem kayak gini" setelah banyak basa basi akhirnya si mantan serius cerita,. mulainya cerita ini dia tanya gue
"lu tau kan gua sama doi pacaran udah berapa lama?"
"udah" jawab gue singkat
terus dia tanya lagi "lu tau, gua sama doi pacaran udah ngapain aja?"
gua jawab "udah"
"masalah ngga buat lu" tanya dia lagi
dengan gaya sok bijak gua jawab "yah percuma juga kan kalo gua masalahin doi udah terlanjur pernah lu tidurin, jadi buat gue ngga masalah. mending doi sama gue udahan terus lo balik lagi deh tuh pacaran sama doi". tbtb doi nangis.
nah yang mengejukan dan menyakitkan adalah si mantan ngomong gini " yang lo kira gue sama doi Ml cuma waktu pacaran aja? yang lo tau gua sama doi ML cuma waktu pacaan doang?" dengan bodoh gua jawab "iya". kenapa gua bilang gua bodoh??? jawaban"iya" tuh salah, kok salah?iya karena si mantan bilang "lo salah, gua sama doi tuh masih sempet ML 2 kali waktu doi udah pacaran sama lo" JENGJENGJENG ZOOM IN 3x. gila KEBAYANG GAK TUH AYA APA RASA SAKITNYA ATI GUA. kejadian itu taun 2010, sampe tulisan ini akhirnya gua terbitin gua masih belom bisa buka hati buat cewe lain. kalo ada pertanyaan KENAPA? , lo pasti bisa jawab KARENA,,,,,,,


sekian cerita pahit gue semoga cukup gua yang ngerasain ini :)
thankyou :)